Dapat resep bronis kukus sehat no gluten dari Wied Harry pakar makanan sehat dan food combining, yang di tayang kan di Trans TV. Dapat ilmu untuk berkreasi dengan makan yang sehat dan menjauhi semua bahan tambahan (food additives) sintetis, pewarna sintetis dan pengawet sintetis dll. Meski pun bahan tambahan itu dapat ijin dari Depkes tapi jika kita makan setiap hari akan menimbulkan gangguan kesehatan yang tidak kita sadari.
Tanpa bahan pengembang dan bahan pelembut sintetis, asal kita kenali dengan baik sifat bahan, serta pahami teknik mengocok gula+telur dan mengaduk adonan, cake enak-sehat-alami dijamin mengembang sempurna dan empuk-lembut!. Aku mencoba membuat bronis kukus sehat no gluten yang sesuai dengan resep Pak Wied Harry, and berhasil, anakku suka dan nggak eneg ma katanya.
Bahannya :
- 60 g tepung mocaf/tepung beras campur*/tepung terigu
- 40 g cokelat bubuk
- ½ sdt garam
- 3 butir telur ukuran besar (@70 g)
- 100 g gula pasir
- 50 ml minyak goreng
- 1 sdm minyak goreng untuk olesan
- kertas roti untuk alas, potong selebar dasar Loyang
Cara Membuat
- Campur tepung, cokelat bubuk, dan garam.
- Olesi loyang 18x8x6 cm dengan minyak goreng, alasi kertas roti. Panaskan dandang untuk mengukus di atas api kecil.
- Kocok telur dan gula pasir dengan mikser kecepatan paling tinggi hingga adonan mengembang dan kental (20 menit). [Tandanya: jika adonan dituang, tidak mengalir jatuh.] Matikan dan angkat mikser.
- Masukkan campuran tepung secara bertahap sambil diayak. Lakukan 3 kali; dan setiap kali selesai memasukkan tepung, aduk balik dengan spatula hingga rata. Tuangi minyak goreng, aduk balik hingga rata.
- Tuang adonan ke dalam loyang, kukus dalam dandang dengan air sudah mendidih, tutup. Besarkan api kompor ke api sedang. Kukus hingga kue masak (30 menit), angkat. Balikkan bronis ke atas rak kue, lepaskan kertas pelapis. Segera balikkan kembali bronis, sisihkan hingga dingin.
- Lebih enak jika bronis dipotong-potong dan disajikan 3-4 jam berikutnya, karena bronis sudah lembap/tidak kering.
Senang menyajikan yang enak dan sehat untuk keluarga terutama untuk anakku yang ada bakat alergi makanan, apalagi dapat resep yang tanpa tepung terigu yang mengandung gluten, dan rasanya tidak ada bedanya dengan yang pakai terigu. Jadi semangat untuk mencoba dan berkreasi dengan tepung non gluten. Terimakasih Pak Wied atas infonya.
TIP KULINER
- Kukus adonan bronis hanya setelah air dalam dandang sudah mendidih. Jika adonan bronis dimasukkan ke dalam dandang dengan air belum mendidih, bronis tidak mengembang baik, bahkan bantat.
- Gunakan api sedang ketika mengukus, agar tekstur bronis lembut dan tidak berlubang-lubang, serta bagian atasnya mulus dan tidak bergelombang. Jika adonan bronis dikukus dengan api besar, maka tekstur bronis akan menjadi lebih kasar, kering, dan berlubang-lubang, dengan bagian atas bergelombang.
- Jika menginginkan bronis kukus dengan tekstur lebih lembut, ganti sebagian putih telur dalam resep dengan kuning telur. Kuning telur bersifat melembutkan cake-kue, karena mengandung lesitin alami yang bersifat melembutkan. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi menggunakan bahan pelembut sintetis (emulsifier). Contoh: ganti penggunaan 3 butir telur dengan 2 butir telur + 2 kuning telur. Hanya saja, ada tambahan kandungan kolesterol dalam cake. Namun jika pola makan kita selama ini dominan sayur-sayuran dan buah-buahan segar, tambahan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap kesehatan.
- Jika telur disimpan dalam lemari es, keluarkan dari lemari es 4 jam sebelum dikocok, agar suhunya stabil (suhu ruang).
Resep ini sengaja menggunakan minyak goreng (kelapa/sawit), karena tidak mengandung lemak trans sebagaimana margarin yang sepenuhnya mengandung lemak trans. Lemak trans adalah jenis lemak jahat yang secara langsung berpengaruh terhadap kenaikan kadar trigliserida darah, sehingga meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Sementara itu, minyak goreng mengandung lemak jenuh – yang hanya berpengaruh negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.







