Sayat sayat ayam ini merupakan menu favorit papa saya ( K Ginting SH ) dan juga spesial baginya, kalo papa ulang tahun pasti sayat sayat ayam dan tasak telu permintaannya, jadi mama, bik tengah pasti membuatkannya. Bahannya sama dengan tasak telu daun singkong Cuma tidak dikasih daun singkongnya. Cita rasanya yang unik, pedas, asam dan gurih membaur jadi satu membuat kita ketagihan. Saya mencoba untuk membagikan resep masakan Karo ini semoga bermanfaat bagi kita anak anak muda yang ada di perantauan.
Bahan :
- 1 ekor ayam kampung, diambil dagingnya, hati dan rempela
- ½ ons cabe rawit ( sesuai selera )
- 1 ruas jari jahe di keprek
- 1 ibu jari lengkuas dikeprek
- 5 lembar daun jeruk
- 2 batang sereh di keprek
- 2 siung bawang putih
- 2 buahjeruk nipis ( sesuai selera )
- Darah ayam
- garam secukupnya
Cara membuatnya :
- Ayam, hati, rempela, dan usus ususnya direbus kasih garam, sereh, jahe, lengkuas, daun jeruk sampai matang, biar tidak bau amis.
- Sesudah matang ayam diambil dagingnya, hati, rempela dan usus lalu di cincang.
- Cabe rawit diulek sampai halus sama bawang putih, jika sudah halus di kasih air jeruk nipis dan daun jeruknya, dimasak dengan darahnya lalu diberi garam secukupnya dan di rasakan (intinya disini, enak apa tidaknya tergantung di bumbunya ini).
- Di satukan dalam 1 wadah daging, hati, rempela, usus yang sudah di cincang, lalu di campurkan dengan darah lalu di aduk semuanya sampai merata.
Ini adalah makanan favorit Bulang Natan di jakarta. Lain lagi cara membuatnya kalo di rumah Bibi mertua, dada ayam, hati, rempela dan usus, tulang tulang rawanya diambil dan di cincang baru di campur dengan bumbu darahnya ( getah ) jadi sayat sayat ayamnya , daging ayam yang lainnya direbus. Ada nasi panas, ayam rebus dan sayat sayat ayam wooooow mantap.







